ASSALAMU ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH

Rabu, 23 Maret 2011

~syurga di kelilingi 13 sfat trpuji~

Ukhti Aida

SYURGA DI KELILINGI 13 SIFAT TERPUJI


Solat.

Puasa.

Zakat.

Haji.

Silatul Rahim.

Istiqamah.

Tidak makan riba.

Tidak mendengar nyanyian.

Ikhlas.

Menahan penglihatan mata.

Jihad.

Berbakti kepada ibu bapa.

Menyeru kebaikan dan menghadiri majlis ilmu.

=HUBUNGAN HARMONIS SUAMI ISTRI=

Arif Ashadi Rindu Ibu .
HUBUNGAN HARMONIS SUAMI ISTRI
______________________________

Hubungan Harmonis Suami-Istri Terbentuk Karena Terpeliharanya Hak dan Kewajiban Syariat
"Para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma'ruf." (Al-Baqarah: 228)

Dalam ayat lain Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut." (An-Nisa': 19)

Rasul yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan:
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya." (HR. At-Tirmidzi no. 3895, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi)


Berikut ini penjelasan ringkasnya:

1. Masing-masing pihak bergaul dengan akhlak yang baik kepada pasangannya, berlaku lembut, dan sabar dengan kekurangannya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan:
"Mintalah wasiat kebaikan dalam perkara istri-istri kalian karena sungguh mereka itu bagaikan asisten kalian." (HR. Ahmad 5/72, At-Tirmidzi no. 1173, Ibnu Majah no. 1851, hadits ini hasan sebagaimana dalam Shahih At-Tirmidzi dan Shahih Ibni Majah)

2. Sepantasnya seorang suami tetap menahan istrinya dalam pernikahan, tidak bermudah-mudah dalam mentalak (menceraikan), walaupun ada sesuatu yang tidak disukainya dari si istri.

Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut. Jika kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (An-Nisa': 19)

Ketika memaknai ayat yang mulia di atas, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menyatakan, bisa jadi si suami diberi rezeki berupa anak dari istri tersebut, lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala jadikan kebaikan yang banyak pada diri si anak. (Tafsir Ibni Katsir, 2/173)

Rasul yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
"Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak suka satu akhlak dari si mukminah maka (bisa jadi) ia ridha darinya perangai yang lain." (HR. Muslim no. 1469)

3. Diharamkan bagi suami melakukan jima' dengan istrinya yang sedang haid.

Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, 'Haid itu adalah kotoran.' Oleh karena itulah hendaklah kalian menjauhkan diri dari para istri (tidak menyetubuhi istri) di waktu haid dan janganlah kalian mendekati (menyetubuhi) mereka sampai mereka suci (mandi bersih dari haid). Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri." (Al-Baqarah: 222)

4. Suami boleh memaksa istrinya menghilangkan hal-hal yang tidak disukainya yang ada pada si istri.

Termasuk dalam hal ini menghilangkan sesuatu yang memang jiwa tidak menyukainya, seperti rambut ketiak dan kuku yang panjang. Suami juga berhak melarang istrinya memakan makanan yang memiliki bau tidak sedap, karena hal itu akan membuat si suami "lari" darinya.

Suami dapat memaksa istrinya untuk membasuh najis yang ada pada tubuh si istri dan memerintahnya menunaikan kewajiban agama seperti shalat lima waktu. Bila si istri enggan, suami harus memaksanya dan memberikan hukuman pendidikan kepadanya. Suami juga harus memaksa istrinya meninggalkan perkara-perkara yang haram. Kenapa semua ini harus dilakukan suami? Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian kalian (lelaki) di atas sebagian yang lain (wanita)." (An-Nisa': 34)

"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah/peliharalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim: 6)

"Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan shalat dan bersabarlah kalian dalam mengerjakannya." (Thaha: 132)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman memuji Nabi-Nya, Ismail as:
"Dan ceritakanlah (wahai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail yang tersebut di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya Ismail adalah seorang yang benar janjinya dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Ia memerintahkan keluarganya untuk mendirikan shalat dan membayar zakat." (Maryam: 54-55)

Seorang suami adalah penanggung jawab terhadap istrinya dan ia adalah pemberi arahan kepada istrinya. Kelak di hari kiamat, ia akan ditanya tentang tanggung jawab ini. Suami harus mendidik istrinya terlebih jika mengingat istri merupakan pendidik anak-anaknya. Tentunya bila rusak akhlaknya dan cacat agamanya niscaya akan merusak anak-anaknya.

5. Termasuk pergaulan yang baik kepada istri adalah suami memberikan nafkah batin kepadanya paling tidak empat bulan sekali.

*NASEHAT LUQMAN AL-HAKIM*

Ikhwan Sanc Haejzeell 8

Nasehat Bijak Luqman Al-Hakim


wahai anakku......
"sesungguhnya kehidupan kita ini di ibaratkan seperti sebuah kapal yang berlayar di lautan yang dalam dan telah banyak manusia yang karam di dalamnya.
Jika kita ingin selamat maka berlayarlah dengan kapal yang bernama taqwa,isi kandungannya ialah iman, sedang layarnya pula ialah tawakal kepada Allah.

wahai anakku........
"Jagalah dirimu selalu supaya tidak terlalu condong terhadap dunia dan segala kesenangan dan kemewahannya, karena Allah tidak menciptakanmu hanya untuk kehidupan di dunia sahaja.
Ketahuilah tidak ada makhluk yang lebih hina selain dari mereka yang telah di perdayakan oleh dunia.

wahai anakku........
"sesiapa yang bersifat penyayang sudah tentu dia akan di sayang, sesiapa yang bersifat pendiam sudah tentu ia akan selamat dari mengeluarkan perkataan yang sia_sia,
Ketahuilah sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari mengeluarkan ucapan kotor, sudah tentu ia akan menyesal kelak.

anakku.......
"orang yang bersedia untuk mendengar nasehat dan bimbingan dari orang yang lebih alim,maka ia layak untuk mendapatkan penjagaan dari Allah Tetapi bagi orang yang insaf dan sadar setelah menerima teguran maka dia lebih layak mendapatkan kemuliaan dari Allah.

anakku......
"Aku sudah pernah memikul batu_batu besar,Aku juga sudah mengangkat besi_besi yang berat, tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih dari pada tangan yang buruk perangainya.

anakku......
"Sepanjang hidupku aku berpegang pada 8 wasiat para nabi .
Kalimat itu adalah;.......
1=> jika kau beribadah pada Allah ,jagalah pikiranmu baik_baik.

2=> Jika kau berada dirumah orang lain, maka jagalah pandanganmu

3=> jika kau berada ditengah_tengah majelis, jagalah lidahmu.

4=> jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangai mu.

5=> Ingatlah Allah selalu!!!

6=> Ingatlah maut yang akan menjemputmu.

7=> lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.

8=> lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Senin, 21 Maret 2011

~::*BUAH HATI CINTA SUAMI...IDAMAN WANITA*::~ Oleh ~::* CATATAN INDAHKU *::~

‎ ‎ ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Dalam sebuah hadis yang Rasulullah S.A.W bersabda:
‎ ‎ "Mahukah kamu aku beritahu dari hal sebaik-baik barang yang perlu disimpan oleh seorang lelaki?" Iaitu isteri yang solehah. Jika suami melihat kepadanya dia akan gembira , jika suaminya menyuruh sesuatu dia akan taati dan jika suami tiada di rumah dia akan menjaga harta suaminya dan memelihara kehormatan dirinya." (HR:Ibnu Majah)
‎ ‎
‎ ‎ Dari pada Imam Ahmad dan Imam Muslim,daripada Umar r.a., Rasulullah S.A.W bersabda:
‎ ‎ "Bermula dunia ini ialah kesukaan dan keseronokan dan sebaik-baik kesukaan itu ialah perempuan yang solehah."
‎ ‎
‎ ‎ Isteri yang solehah itu selalu memerhatikan akan tanggung jawabnya sebagai isteri, ia hanya berbuat sesuai dengan ketentuan Allah. Di antara ciri-ciri isteri solehah itu ialah bertanggung jawab terhadap kerja-kerjanya. Pada dasarnya kewajipan isteri solehah itu ialah:
‎ ‎ 1. Patuh dan taat kepada suami yang soleh Rumah tangga bahagia sebenarnya terletak pada isteri yang solehah. Ia taat kepada perintah Allah dan Rasul serta setia kepada suami yang soleh.
‎ ‎ "Wanita yang solehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) di belakang suaminya, oleh kerana Allah telah memelihara mereka..." (Surah An-Nisa':34)
‎ ‎
‎ ‎ Isteri yang solehah itu di samping patuh kepada perintah Allah dan Rasulullah S.A.W, ia patuh terhadap suaminya dan menyimpan segala rahsia baik di luar rumah mahupun di dalam rumah. Ia selalu tersenyum dan menunjukkan muka manis terhadap suaminya.
‎ ‎
‎ ‎ Tabiatnya yang baik itu menambah kasih sayang suaminya terhadapnya.
‎ ‎ Ia tidak pernah membantah kata-kata suaminya yag baik, semuanya dikerjakan dengan patuh kerana Allah.
‎ ‎ Isteri yang baik apabila berkata dengan suaminya dengan suara yang lemah lembut dan penuh kesopanan .
‎ ‎ Begitu pula tidak boleh memerintah kepada suami, kecuali diucapkan dengan suatu yang baik sebagai suatu pertolongan.
‎ ‎ Walau bagaimanapun, ketaatan isteri terhadap suami tidak dalam semua perkara.
‎ ‎ Sekiranya perintah suami boleh membawa dosa, maka isteri dibenarkan membantah.
‎ ‎
‎ ‎ Rasululllah S.A.W bersabda, "Jika diizinkan seorang manusia sujud kepada manusia,tentu aku akan suruh wanita-wanita sujud kepada suaminya lantaran begitu besar Allah jadikan hak lelaki keatas wanita"
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎ 2. Menguruskan rumah tangga
‎ ‎ Seorang isteri Muslimah disuruh oleh Allah agar senantiasa berada dirumah dan tidak boleh pergi kemana-mana sesuka hati tanpa izin suami.
‎ ‎ Duduk di rumah bukan berarti hanya berdiam diri saja tetapi mengerjakan tugas sebagai isteri.
‎ ‎ Hikmah daripada perintah Allah tersebut yaitu, supaya para isteri dapat menjaga dan mendidik anak secara lebih sempurna ketika suami mencari rezeki.
‎ ‎ Disamping itu isteri dapat melakukan pekerjaan rumah seperti menghias rumah dan sebagainya.
‎ ‎ Walaupun ianya nampak remeh, tetapi ianya amat bermanfaat untuk menjamin keharmonisan keluarga.
‎ ‎
‎ ‎ 3. Berhias untuk suami
‎ ‎ Menghias diri merupakan kegemaran wanita.
‎ ‎ Namun kadangkala wanita yang tidak faham akan kewajibannya,ia berhias diri ketika akan keluar rumah.
‎ ‎ Tetapi ketika di rumah ia dalam keadaan tidak bersih, kadangkala rambutnya pun tidak terurus.
‎ ‎ Padahal di dalam Islam menganjurkan supaya isteri berhias hanya untuk suami.
‎ ‎ Tujuan isteri berhias ketika di rumah ialah supaya suami terhibur.
‎ ‎ Jika suami pulang dari tempat kerja dalam keadaan letih dengan melihat isteri dalam keadaan berseri-seri serta pakaian yang bersih, maka ia menjadi penawar kepada suami.
‎ ‎ Sehingga keletihan dalam mencari rezeki tadi menjadi hilang, dan bertambahlah kasih sayangnya terhadap isteri.
‎ ‎ Sabda Rasulullah SAW:
‎ ‎ "Dari Jabir ra. Ia berkata: Kami pernah pergi bersama-sama Rasulullah di dalam satu peperangan. Ketika kami sampai ke Madinah, kami ingin masuk ke rumah masing-masing.
‎ ‎ Maka Rasulullah SAW pun bersabda: Bersabarlah, yaitu masuklah pada waktu malam yaitu selepas Isyak, supaya isteri dapat bersikat rambutnya yang kusut dan supaya ia dapat berhias karena telah lama telah ditinggalkan suaminya." (HR:Muttafaqun Alaihi)
‎ ‎
‎ ‎ Berhias bukan saja bagi menyambut kepulangan suami dari tempat kerja tetapi juga ketika suami ada di rumah.
‎ ‎ Wanita Islam hanya boleh berhias untuk dirinya sendiri dan untuk suaminya.
‎ ‎ Berhias mestilah dilakukan secara besederhana, karena tujuan berhias agar ia kelihatan bersih dan senang dilihat oleh suami.
‎ ‎
‎ ‎ 4. Melayani suami
‎ ‎ Hubungan seks merupakan penawar kebahagiaan rumah tangga.
‎ ‎ Ia dipandang sebagai punca keharmonisan rumah tangga.
‎ ‎ Oleh sebab itu isteri hendaklah memberikan layanan yang baik kepada suami dan tidak boleh menolak kemahuan suaminya .
‎ ‎ Seorang isteri akan dikutuk oleh malaikat apabila ia menolak kemahuan suaminya sehinggalah suaminya reda kepadanya.
‎ ‎ Mungkin dalam keadaan tertentu isteri boleh menolak kemahuan suaminya seperti dalam keadaan sakit, atau dalam keadaan yang dilarang oleh syara' untuk melakukan persetubuhan seperti dalam keadaan haid dan sebagainya.
‎ ‎
‎ ‎ 5. Berpakaian menurut ajaran Islam
‎ ‎ Isteri yang menutup auratnya merupakan isteri yang solehah, ramai wanita pada zaman sekarang ini yang berpakaian tetapi telanjang kerana ia menutup bahagian tertentu sahaja, kalau menutup semua pun tetapi bentuk badannya tetap nampak jelas.
‎ ‎ Allah SWT berfirman, artinya:
‎ ‎ "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah sebagai perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian daripada tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (Surah Al-A'raar:26)
‎ ‎
‎ ‎ Jilbab merupakan satu fesyen pakaian wanita Islam yang menutup tubuh atau sebahagian besar badan wanita di sebelah atas, kecuali muka dan tapak tangan.
‎ ‎ Jilbab tidak menampakkan tubuh badan.
‎ ‎ Allah memerintahkan supaya berpakaian demikian supaya dapat membedakan antara wanita beriman dan tidak beriman, ia juga supaya terhindar dari golongan munafik.
‎ ‎ Firman Allah yang bermaksud:
‎ ‎ "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri- isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan Jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka."Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Penganmpun lagi MahaPenyayang." (Surah Al-Ahzab:59)
‎ ‎
‎ ‎ 6. Memberi motivasi terhadap cita-cita suami
‎ ‎ Isteri yang solehah adalah isteri yang mahu menjadi teman berunding bagi suami dan menjadi sahabat dalam menyelesaikan berbagai masalah.
‎ ‎ Itulah hubungan suami isteri itu di artikan orang sebagai "teman hidup".
‎ ‎ Jika suami menghadapi masalah untuk mencapai cita-citanya dan cita-cita keluarga maka bermotivasilah kepadanya dan hiburkanlah hatinya.
‎ ‎ Isteri teladan disamping ia memberi dorongan dan bermotivasi kepada suami ia juga merupakan sumber ilham bagi suami.
‎ ‎ Ini membuatkan hati suami tenteram apabila bersama isteri dan segala masalah dihadapinya bersama-sama.
‎ ‎
‎ ‎ Di antara ciri-ciri isteri solehah yang lain ialah:
‎ ‎ Tidak mengkhianati dan berlaku curang terhadapnya ketika ketiadaan suami.
‎ ‎ Bersyukur di atas apa yang disediakan oleh suami.
‎ ‎ Senantiasa menghormati keluarga suami .
‎ ‎ Tidak keluar rumah kecuali dengan izin suami.
‎ ‎ Senantiasa menyerahkan diri kepadanya apabila ia memerlukannya.
‎ ‎ Memakai wangi-wangian di hadapan suami.
‎ ‎ Menjaga mulut dari pada bau-bauan yang tidak menyenangkan.
‎ ‎ Berdiam diri ketika suami sedang berkata-kata, baru berbicara setelah suami selesai berbicara.
‎ ‎ Berdiri tegak sebagai tanda hormat semasa ia datang dan pergi.
‎ ‎ Bersikap malu terhadap suami.
‎ ‎
‎ ‎ Semoga bermanfa'at insya Allah