ASSALAMU ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH

Sabtu, 26 Maret 2011

Pembagian waktu tdur

Ingin Ibadah

Pembagian Waktu Tidur Siang Menurut Rasulullah SAW

Rasulullah SAW membagi waktu tidur siang menjadi 3 waktu, yaitu :
1. KHURUQ = Tidur antara waktu Dhuha s.d Dhuhur
Khuruq kurang baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menimbulkan penyakit maag, tipes dan lemah jantung.
Disamping itu Khuruq juga menimbulkan sifat MALAS dan menjauhkan rezeki.

2. KHULUQ = Tidur antara waktu setelah Dhuhur s.d menjelang Ashar.
Khuluq baik untuk kesehatan, karena dapat mengistirahatkan tubuh terutama syaraf disaat puncak stres tertinggi.
Khuluq juga dapat menggantikan waktu tidur yang hilang karna ibadah malam.
Setelah bangun dari tidur siang ini kemudian mandi, maka badan akan terasa segar.
Rasulullah terkadang melakukan Khuluq.

3. HUMUQ = Tidur antara waktu Ashar s.d Maghrib.
Sangat buruk untuk kesehatan krn dapat melemahkan kekebalan tubuh dan menimbulkan gangguan syaraf.
Humuq dapat menimbulkan mudah lupa, pikun, depresan bahkan gila.
Bila melakukan Humuq, setelah bangun, badan akan lemas, mengantuk berat & terasa pusing, bila dimandikan badan
malah akan tambah lemas dan "nggreges-nggreges (Jawa)"

6 Nasehat utama IMAM AL GHOZALI

'Syaiful Hidayah'

6 HASIHAT UTAMA IMAM AL GHOZALI

Alhamdulillah....Wassholatu wassalamu 'ala Rosulillah SAW

Suatu hari, Imam Ghozali brkumpul dengan murid2nya. lalu sang Imam bertanya:

1). APA YANG PALING DEKAT DENGAN DIRI KITA DI DUNIA INI?
Murid2nya menjawab: "Orang tua, guru, kawan, & sahabatnya".

Imam Ghozali menjelaskan; Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI" Sebab itu memang janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Al-Imran: 185).

2). APA YANG PALING JAUH DARI DIDI KITA DI DUNIA INI?
Murid2nya menjawab: Negeri china, bulan, matahari, & bintang gumintang.

Lalu Imam Ghozali menjelaskan; Bahwa semua jawaban itu benar. Tapa yang paling benar adalah "MASA LALU" Walau dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke nasa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini & hari2 selanjutnya dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.

3). APA YANG PALING BESAR DI DUNIA INI?
Murid2nya menjawab: Gunung, bumi, matahari.

Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua itu benar. Tapi yang paling benar adalah "NAFSU" (Al A'raf: 179). Maka kita harus berhati2 dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa kita ke neraka.

4). APA YANG PALING BERAT DI DUNIA INI?
Murid2nya menjawab: Besi, gajah.

Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab: 72).
Tumbuh2an, bintang, gunung, & malaikat semua tidak mampu Ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombomgnya menyanggupi permintaa Allah tsb, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena tidak dapat memegang amanahnya.

5). APA YANG PALING RINGAN DI DUNIA INI?
Muridnya ada yang menjawab: Kapas, angin, debu, & dedaunan.

Semua itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat.

6). APAKAH YANG PALING TAJAM DI DUNIA INI?
Murid2nya menjawab dengan serentak: "PEDANG"

Imam Ghozali membenarkan, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" karena melalui lidahnya, manusia selalu melukai & menyakiti hati saudaranya sendiri.

WALLAHU A'LAM BISSHOWAB

Kamis, 24 Maret 2011

¥ kUNCI SUKSES MNDAPATKN RIZKY ¥

KUNCI SUKSES MENDAPATKAN REJEKI

Disusun oleh : Romeo

Sobatku yang baik..
Kadang kita merasa orang yang sangat tidak beruntung jika melihat perekonomian orang lain di atas kita sehingga kita sering tidak bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan dari Allah….

Kita merasa kadang hidup sangatlah sulit dan atas itu semua kita mencari alasan untuk menyalahkan siapa atau apa yang harus di persalahkan…..

KARNA : Kita jarang atau bahkan kurang memperhatikan dalam melihat kenyataan yang ada disekitar lingkungan kita sendiri.

Ada beberapa cara mungkin yang dapat kita jalankan jika ingin rejeki kita lancar dan berlimpah, di antaranya adalah :

1. TAQWA

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya," (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. TAWAKAL

Nabi s.a.w. bersabda: "Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang." (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. SHALAT

Firman Allah dalam hadis qudsi: "Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. ISTIGFAR

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).

"Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka," (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. SILATURAHMI

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim."

6. SEDEKAH

Sabda Nabi s.a.w.: "Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu." (Riwayat Bukhari)

7. BERBUAT KEBAIKAN

"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. BERDAGANG

Dan Nabi SAW bersabda: "Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan" (Riwayat Ahmad)

9. BANGUN PAGI

Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. BERSYUKUR PADA ALLAH

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim:7)

Rabu, 23 Maret 2011

Hukum mkanan yg trjatuh

Diana Susi

~"Hukum Makanan Yang Terjatuh"~

Anas ra mengatakan bahwa sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam ketika makan, beliau menjilati tiga jarinya, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Jika ada makanan seseorang yang terjatuh, hilangkanlah kotoranya, kemudian makanlah. Jangan biarkan makanan tersebut untuk setan." Beliau memerintahkan kepada kita untuk mengambil sisa" makanan yang ada di piring. Beliau kembali bersabda, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui di mana letak makanan yang mengandung berkah."(HR. Tirmidzi)

An-Nawawi berkata, "Hadits tersebut menunjukan disunah kannya memakan makanan yang terjatuh setelah membuang kotoran yang menempel pada makanan tersebut. Hal itu dilakukan jika tidak terjatuh pada tempat yang najis, makanan yang terjatuh juga ikut najis dan wajib mencucinya, jika hal itu memungkinkan. Apabila tidak mungkin dibersihkan, berikanlah kepada binatang, dan jangan biarkan makanan tersebut disantap setan.(Tuhfah al-Ahwadzi).

Telah diceritakan bahwa sesungguhnya Abu Hudzaifah bin al-Yaman ra mampir di daerah persia. Pada suatu hari dia menikmati makanan bersama para pengusaha persia yang kafir. Ketika ia sedang makan, tiba" ada makanan yang terjatuh dari tangan Abu Hudzaifah raj. Lalu dia mengambil kembali makanan tersebut dan menghilangkan kotoran yang menempel pada makanan itu, tapi tindakan tersebut dilarang oleh seseorang karena khawatir pengusaha persia akan mencela tindakan tersebut. Kemudian Abu hudzaifah marah kepadanya. Dia tetep membersihkan makanan itu lalu memakannya di depan mereka. Hal tersebut ia lakukan karena perintah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam Dia berkata, "Akankah aku meninggalkan runah Nabi, hanya karena mereka yang bodoh."

Hadits tersebut menunjukan bahwa dirinya tidak takut celaan para penguasa persia. Ia berkata, "Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan sunah kekasihku Shallallahu 'alaihi wasallam kapan pun dan dimana pun." Oleh karena itu, salah seorang dari mereka ada yang mendendangkan sebuah syair yang berbunyi:

"Barang siapa mengaku mencintai Nabi, tapi dia tidak mau memperjuangkan petunjuknya, maka itu kebodohan dan omong kosong. Syarat utama mencintai Nabi secara tulus adalah taat dan memenuhi perintah dan larangannya."

Tidak masuk neraka orang yg menangs krna takut kpd Allah

Halim Ishaq

❤▒▒❤ tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah ❤▒▒❤

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

ISTIGHFAR ITU AKAN MENDATANGKAN RIZKI


Seorang wanita bercerita : " Suamiku meninggal dunia ketika aku berumur 30 tahun. Aku memiliki 5 orang putra dan putri. Setelah itu duniaku menjadi gelap. Aku selalu menangis sampai air mataku kering dan selalu menyesali nasibku. Aku menjadi orang yeng berputus asa. Aku selalu dilanda kesedihan, dan juga kegundahan dalam hidup. Putra – putriku masih kecil dan kami sama sekali tidak memiliki pendapatan yang memadai untuk hidup. Jalan yang saya tempuh adalah selalu menjual belikan peninggalan sedikit yang sempat diwariskan oleh bapak anak – anak kami.


TERNYA AKU SALAH!,,, telah menangisi apa-apa yg besifat duniawi, sementara Allah Ta'ala yang Maha memberi tak pernah ada dalam ingatanku,,,


Suatu ketika aku masuk kamar untuk mendengarkan al-Qur'an dari radio. Ada seorang syaikh bertutur : "Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya jalan kesenangan dari setiap kesedihan, dan jalan keluar dari setiap kegelisahan." Setelah itu aku memperbanyak istighfar, demikian juga anak–anak, aku perintahkan mereka untuk melakukan hal yang sama. Hasilnya tidak lebih dari 6 bulan kami mendapatkan proyek untuk barang yang kami miliki dengan keuntungan uang yang berjuta – juta. Anakku yang pertama menjadi pelajar yang paling unggul di daerah kami dan dapat menghafal al-Qur'an dengan sempurna. Karenanya dia menjadi pusat perhatian. Rumah kami dipenuhi dengan anugerah kebaikan. Hidup kami menjadi lebih layak dan Allah telah memberikan kebaikan kepada putra –putriku. Tak ada lagi kesedihan, kebingungan dan kegelisahan. Sejak saat itu aku merasa telah menjadi wanita yang paling bahagia.



Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam telah bersabda, "Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya." Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.
Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, "Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam telah bersabda, sesiapa yang menangis kerana takut kepada Allah Ta'ala, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu."


Mudah-mudahan tidak kita keluarkan air mata hanya untuk kesia-siaan belaka...
mudah-mudahan bermanfaat saudara/i-ku....:)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

~*RENUNGAN*~

Mencintai karena Allah " Uhibbuki fillah "

Assalamualaykum warahamtullah wabarakatuh

Pengingat Bg yg Lp:............. Jelang Ibadah Ashar Tuk Para Ukhti wa Akhwat ku Nan Di Rahmati Alloh Swt suatu Ikhtibar Buat Para Akhwat Tuk Sll Mengingati Bahwa Wanita di Cipta dgn Begitu Indah,, Dunia Msh Kalah dgn Keindahan Yg di Miliki Para Wanita.. Seindah Indahnya Perhiasan adalah Wanita yg Sholeha...

KETIKA ALLAH MENCIPTAKAN WANITA

Ketika Allah menciptakan wanita,

Malaikat datang dan bertanya, "Mengapa begitu lama Tuhan?"

Tuhan menjawab, "Sudahkah kamu lihat semua detil yang AKU ciptakan untuknya?"

Dua tangan harus bisa di bersihkan, setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa di gerakan & berfungsi baik agar dapat mengolah berbagai jenis makanan...

Mampu memberikan kenyamanan bagi anak-anaknya...

Punya pelukan yang menyembuhkan rasa sakit hati & keterpurukan...

Dan semuanya cukup di lakukan dengan kedua tangan ini...

Malaikat menjawab, "Hanya dengan dua tangan ini?"

"Tetapi...,Engkau membuatnya begitu halus & lembut"

"Ya..., AKU membuatnya begitu lembut, tapi kamu belum bisa bayangkan kekuatan yang AKU berikan kepadanya agar ia bisa mengatasi banyak hal luar biasa"

"Apakah dia bisa berfikir?" Tanya Malaikat

Tuhan menjawab, "Tidak hanya berfikir, dia juga mampu bernegosiasi dan mengutarakan pendapatnya"

Malaikat itu menyentuh dadanya,
"Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lemah & rapuh, seolah banyak sekali beban untuknya"

"Itu bukan kerapuhan, itu air mata. AKU berikan padanya supaya dia bisa mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan rasa bangga"

"Engkau memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaan-Mu ini sungguh menakjubkan"

"Ya....., Harus...!!! Wanita ini mempunyai kekuatan untuk mempesona laki-laki...

Dia dapat mengatasi beban hidup, mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri...

Mampu tersenyum bahkan ketika hatinya menjerit...

Mampu tertawa saat hatinya menangis...

Dia bisa berkorban demi orang yang di kasihinya...

Dia bisa melawan ketidak adilan...

Dia bersorak saat melihat kawannya bahagia...

Hatinya terluka saat melihat kesedihan...

Dia tau sebuah ciuman & pelukan dapat menyembuhkan luka...

CINTANYA TANPA SYARAT"

Malaikat sangat kagum, "Lalu apa kekurangannya?"

Tuhan menjawab, "Hanya satu hal....., Dia terkadang lupa betapa berharganya dia"

Agar dcintai Allah

Tahyudin Thea AGAR DICINTAI ALLAH SWT...

Berbahagialah orang yang
meninggalkan dunia sebelum
dunia meninggalkannya, yang
membangun kuburannya sebelum
memasukinya dan yang ridha
kepada Tuhannya sebelum berjumpa dengan-Nya." (Yahya bin Muadz ar-Razi dalam An-
Nawawi, Nasha'ih al-'Ibad, hlm.
12). Mengomentari pernyataan di
atas, Imam an-Nawawi
menyatakan: Pertama,
'meninggalkan dunia' sebelum
'dunia meninggalkannya'
bermakna menghabiskan harta dalam berbagai amal kebajikan
sebelum Allah mencabut harta itu
dari dirinya. Kedua, 'membangun
kuburan' sebelum memasukinya
bermakna memperbanyak amal
shalih saat di dunia sehingga ia bisa merasakan kedamaian di
alam kuburnya saat
kematiannya. Ketiga, ridha
kepada Tuhannya sebelum
berjumpa dengan-Nya adalah
dengan menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi
semua larangan-Nya sebelum ia
menghadap Allah SWT untuk
mempertanggungjawabkan
seluruh perbuatannya. Jika direnungkan, pernyataan di
atas sesungguhnya amat dalam
maknanya dan amat berharga.
Apalagi jika dikaitkan dengan
realitas kehidupan kaum Muslim
saat ini. Saat ini, sebagaimana kita lihat,
banyak Muslim yang hidupnya
berkecukupan. Namun, banyak di
antara yang berkecukupan itu
menghabiskan hartanya justru
dalam perkara-perkara yang kurang bermanfaat, bahkan
dalam perkara-perkara maksiat.
Tak sedikit orang yang dengan
mudah membeli segelas kopi
seharga puluhan ribu di hotel
mewah, tetapi begitu susah mengeluarkan beberapa rupiah
saja untuk bersedekah. Banyak
orang dengan yang dengan
ringan merogoh sakunya ratusan
bahkan jutaan rupiah untuk
menyewa kamar di hotel berbintang beberapa malam saja,
namun betapa berat mereka
menyumbang untuk dakwah atau
membangun masjid meski dengan
jumlah yang sedikit. Tak sedikit orang berlomba
membangun rumah atau
apartemen mewah meski tentu
hanya untuk hidup sementara
saja. Anehnya, mereka tak
sedikitpun tertarik untuk berlomba-lomba 'membangun
kuburannya' (baca: dengan
memperbanyak amal shalih
sebagai bekal di dalamnya).
Padahal alam kubur itulah yang
akan mereka tempati, sebagai alam penantian, sebelum pada
akhirnya ia tinggal di alam
akhirat dengan abadi. Banyak pula orang yang jarang
menunaikan perintah-perintah
Allah SWT dan malah banyak
meninggalkan larangan-larangan-
Nya, seolah-olah ia tak pernah
ridha menerima semua itu dari Tuhannya; seakan-akan ia tak
akan pernah bertemu dengan-
Nya di Hari Akhir nanti untuk
mempertanggungjawabkan selu-
ruh sikap dan amal
perbuatannya itu saat di dunia. Agar kita tak terjebak dengan
perilaku-perilaku di atas,
alangkah baiknya kita
merenungkan kata-kata Syaikh
Abdul Qadir al-Jilani saat beliau
betutur, "Jika Anda berjumpa dengan seseorang di antara
manusia, Anda hanya melihat
keutamaan dan keunggulan
dirinya dari-pada Anda seraya
berkata, 'Boleh jadi Allah
menjadikan dia lebih baik dan lebih tinggi derajatnya daripada
aku.' Jika orang yang Anda
jumpai itu lebih muda dari Anda,
Anda berkata, 'Dia tentu lebih
sedikit bermaksiat kepada Allah,
sedangkan aku telah banyak bermaksiat kepadanya sehingga
tentu ia lebih baik daripada aku.'
Jika orang yang Anda jumpai
lebih tua dari Anda, Anda
berkata, 'Dia tentu lebih banyak
beribadah daripada aku.' Jika orang yang Anda jumpai adalah
orang yang berilmu, Anda
berkata, 'Dia tentu mendapatkan
karunia dari Allah apa yang tidak
aku peroleh, mengetahui banyak
hal dari apa yang tidak banyak aku ketahui dan dia pasti telah
banyak mengamalkan ilmunya.'
Jika orang yang Anda jumpai
adalah orang awam/bodoh, Anda
berkata, 'Kalaupun ia bermaksiat
kepada Allah tentu karena ketidaktahuan dan ketidak-
sadarannya, sedangkan jika aku
bermak-siat kepada-Nya tentu
dengan sepenuh pengetahuan
dan kesadaranku.'..." Dengan kata-katanya ini tentu
Syaikh Abdul Qadir al-Jilani tidak
sedang menyuruh kita bersikap
pesimis dan ber-kecil hati. Beliau
hanya ingin agar kita selalu
bersikap rendah hati dan tahu diri, bahwa dalam hal kebajikan
dan amal shalih boleh jadi kita
belum apa-apa dibandingkan
dengan orang lain.Dengan itu,
kita akan selalu terpacu untuk
menjadi orang yang lebih baik daripada orang lain. Sebaliknya,
kita pun dituntut untuk sadar
diri, bahwa boleh jadi kita lebih
banyak berdosa dan bermaksiat
dibandingkan dengan orang lain.
Dengan itu, kita akan lebih banyak bertobat dan
meninggalkan lebih banyak lagi
maksiat. Dengan semua itu,
justru kita akan lebih mulia dalam
pandangan Allah SWT. Benarlah
kata-kata Imam Ali kw., "Jadilah Anda 'besar' (mulia) dalam
pandangan Allah SWT dan kecil
dalam pandangan Anda sendiri." Wa mâ tawfîqî illâ billâh. []

~syurga di kelilingi 13 sfat trpuji~

Ukhti Aida

SYURGA DI KELILINGI 13 SIFAT TERPUJI


Solat.

Puasa.

Zakat.

Haji.

Silatul Rahim.

Istiqamah.

Tidak makan riba.

Tidak mendengar nyanyian.

Ikhlas.

Menahan penglihatan mata.

Jihad.

Berbakti kepada ibu bapa.

Menyeru kebaikan dan menghadiri majlis ilmu.

=HUBUNGAN HARMONIS SUAMI ISTRI=

Arif Ashadi Rindu Ibu .
HUBUNGAN HARMONIS SUAMI ISTRI
______________________________

Hubungan Harmonis Suami-Istri Terbentuk Karena Terpeliharanya Hak dan Kewajiban Syariat
"Para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma'ruf." (Al-Baqarah: 228)

Dalam ayat lain Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut." (An-Nisa': 19)

Rasul yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan:
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya." (HR. At-Tirmidzi no. 3895, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi)


Berikut ini penjelasan ringkasnya:

1. Masing-masing pihak bergaul dengan akhlak yang baik kepada pasangannya, berlaku lembut, dan sabar dengan kekurangannya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan:
"Mintalah wasiat kebaikan dalam perkara istri-istri kalian karena sungguh mereka itu bagaikan asisten kalian." (HR. Ahmad 5/72, At-Tirmidzi no. 1173, Ibnu Majah no. 1851, hadits ini hasan sebagaimana dalam Shahih At-Tirmidzi dan Shahih Ibni Majah)

2. Sepantasnya seorang suami tetap menahan istrinya dalam pernikahan, tidak bermudah-mudah dalam mentalak (menceraikan), walaupun ada sesuatu yang tidak disukainya dari si istri.

Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut. Jika kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (An-Nisa': 19)

Ketika memaknai ayat yang mulia di atas, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menyatakan, bisa jadi si suami diberi rezeki berupa anak dari istri tersebut, lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala jadikan kebaikan yang banyak pada diri si anak. (Tafsir Ibni Katsir, 2/173)

Rasul yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
"Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak suka satu akhlak dari si mukminah maka (bisa jadi) ia ridha darinya perangai yang lain." (HR. Muslim no. 1469)

3. Diharamkan bagi suami melakukan jima' dengan istrinya yang sedang haid.

Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, 'Haid itu adalah kotoran.' Oleh karena itulah hendaklah kalian menjauhkan diri dari para istri (tidak menyetubuhi istri) di waktu haid dan janganlah kalian mendekati (menyetubuhi) mereka sampai mereka suci (mandi bersih dari haid). Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri." (Al-Baqarah: 222)

4. Suami boleh memaksa istrinya menghilangkan hal-hal yang tidak disukainya yang ada pada si istri.

Termasuk dalam hal ini menghilangkan sesuatu yang memang jiwa tidak menyukainya, seperti rambut ketiak dan kuku yang panjang. Suami juga berhak melarang istrinya memakan makanan yang memiliki bau tidak sedap, karena hal itu akan membuat si suami "lari" darinya.

Suami dapat memaksa istrinya untuk membasuh najis yang ada pada tubuh si istri dan memerintahnya menunaikan kewajiban agama seperti shalat lima waktu. Bila si istri enggan, suami harus memaksanya dan memberikan hukuman pendidikan kepadanya. Suami juga harus memaksa istrinya meninggalkan perkara-perkara yang haram. Kenapa semua ini harus dilakukan suami? Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian kalian (lelaki) di atas sebagian yang lain (wanita)." (An-Nisa': 34)

"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah/peliharalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim: 6)

"Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan shalat dan bersabarlah kalian dalam mengerjakannya." (Thaha: 132)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman memuji Nabi-Nya, Ismail as:
"Dan ceritakanlah (wahai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail yang tersebut di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya Ismail adalah seorang yang benar janjinya dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Ia memerintahkan keluarganya untuk mendirikan shalat dan membayar zakat." (Maryam: 54-55)

Seorang suami adalah penanggung jawab terhadap istrinya dan ia adalah pemberi arahan kepada istrinya. Kelak di hari kiamat, ia akan ditanya tentang tanggung jawab ini. Suami harus mendidik istrinya terlebih jika mengingat istri merupakan pendidik anak-anaknya. Tentunya bila rusak akhlaknya dan cacat agamanya niscaya akan merusak anak-anaknya.

5. Termasuk pergaulan yang baik kepada istri adalah suami memberikan nafkah batin kepadanya paling tidak empat bulan sekali.

*NASEHAT LUQMAN AL-HAKIM*

Ikhwan Sanc Haejzeell 8

Nasehat Bijak Luqman Al-Hakim


wahai anakku......
"sesungguhnya kehidupan kita ini di ibaratkan seperti sebuah kapal yang berlayar di lautan yang dalam dan telah banyak manusia yang karam di dalamnya.
Jika kita ingin selamat maka berlayarlah dengan kapal yang bernama taqwa,isi kandungannya ialah iman, sedang layarnya pula ialah tawakal kepada Allah.

wahai anakku........
"Jagalah dirimu selalu supaya tidak terlalu condong terhadap dunia dan segala kesenangan dan kemewahannya, karena Allah tidak menciptakanmu hanya untuk kehidupan di dunia sahaja.
Ketahuilah tidak ada makhluk yang lebih hina selain dari mereka yang telah di perdayakan oleh dunia.

wahai anakku........
"sesiapa yang bersifat penyayang sudah tentu dia akan di sayang, sesiapa yang bersifat pendiam sudah tentu ia akan selamat dari mengeluarkan perkataan yang sia_sia,
Ketahuilah sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari mengeluarkan ucapan kotor, sudah tentu ia akan menyesal kelak.

anakku.......
"orang yang bersedia untuk mendengar nasehat dan bimbingan dari orang yang lebih alim,maka ia layak untuk mendapatkan penjagaan dari Allah Tetapi bagi orang yang insaf dan sadar setelah menerima teguran maka dia lebih layak mendapatkan kemuliaan dari Allah.

anakku......
"Aku sudah pernah memikul batu_batu besar,Aku juga sudah mengangkat besi_besi yang berat, tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih dari pada tangan yang buruk perangainya.

anakku......
"Sepanjang hidupku aku berpegang pada 8 wasiat para nabi .
Kalimat itu adalah;.......
1=> jika kau beribadah pada Allah ,jagalah pikiranmu baik_baik.

2=> Jika kau berada dirumah orang lain, maka jagalah pandanganmu

3=> jika kau berada ditengah_tengah majelis, jagalah lidahmu.

4=> jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangai mu.

5=> Ingatlah Allah selalu!!!

6=> Ingatlah maut yang akan menjemputmu.

7=> lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.

8=> lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Senin, 21 Maret 2011

~::*BUAH HATI CINTA SUAMI...IDAMAN WANITA*::~ Oleh ~::* CATATAN INDAHKU *::~

‎ ‎ ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Dalam sebuah hadis yang Rasulullah S.A.W bersabda:
‎ ‎ "Mahukah kamu aku beritahu dari hal sebaik-baik barang yang perlu disimpan oleh seorang lelaki?" Iaitu isteri yang solehah. Jika suami melihat kepadanya dia akan gembira , jika suaminya menyuruh sesuatu dia akan taati dan jika suami tiada di rumah dia akan menjaga harta suaminya dan memelihara kehormatan dirinya." (HR:Ibnu Majah)
‎ ‎
‎ ‎ Dari pada Imam Ahmad dan Imam Muslim,daripada Umar r.a., Rasulullah S.A.W bersabda:
‎ ‎ "Bermula dunia ini ialah kesukaan dan keseronokan dan sebaik-baik kesukaan itu ialah perempuan yang solehah."
‎ ‎
‎ ‎ Isteri yang solehah itu selalu memerhatikan akan tanggung jawabnya sebagai isteri, ia hanya berbuat sesuai dengan ketentuan Allah. Di antara ciri-ciri isteri solehah itu ialah bertanggung jawab terhadap kerja-kerjanya. Pada dasarnya kewajipan isteri solehah itu ialah:
‎ ‎ 1. Patuh dan taat kepada suami yang soleh Rumah tangga bahagia sebenarnya terletak pada isteri yang solehah. Ia taat kepada perintah Allah dan Rasul serta setia kepada suami yang soleh.
‎ ‎ "Wanita yang solehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) di belakang suaminya, oleh kerana Allah telah memelihara mereka..." (Surah An-Nisa':34)
‎ ‎
‎ ‎ Isteri yang solehah itu di samping patuh kepada perintah Allah dan Rasulullah S.A.W, ia patuh terhadap suaminya dan menyimpan segala rahsia baik di luar rumah mahupun di dalam rumah. Ia selalu tersenyum dan menunjukkan muka manis terhadap suaminya.
‎ ‎
‎ ‎ Tabiatnya yang baik itu menambah kasih sayang suaminya terhadapnya.
‎ ‎ Ia tidak pernah membantah kata-kata suaminya yag baik, semuanya dikerjakan dengan patuh kerana Allah.
‎ ‎ Isteri yang baik apabila berkata dengan suaminya dengan suara yang lemah lembut dan penuh kesopanan .
‎ ‎ Begitu pula tidak boleh memerintah kepada suami, kecuali diucapkan dengan suatu yang baik sebagai suatu pertolongan.
‎ ‎ Walau bagaimanapun, ketaatan isteri terhadap suami tidak dalam semua perkara.
‎ ‎ Sekiranya perintah suami boleh membawa dosa, maka isteri dibenarkan membantah.
‎ ‎
‎ ‎ Rasululllah S.A.W bersabda, "Jika diizinkan seorang manusia sujud kepada manusia,tentu aku akan suruh wanita-wanita sujud kepada suaminya lantaran begitu besar Allah jadikan hak lelaki keatas wanita"
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎ 2. Menguruskan rumah tangga
‎ ‎ Seorang isteri Muslimah disuruh oleh Allah agar senantiasa berada dirumah dan tidak boleh pergi kemana-mana sesuka hati tanpa izin suami.
‎ ‎ Duduk di rumah bukan berarti hanya berdiam diri saja tetapi mengerjakan tugas sebagai isteri.
‎ ‎ Hikmah daripada perintah Allah tersebut yaitu, supaya para isteri dapat menjaga dan mendidik anak secara lebih sempurna ketika suami mencari rezeki.
‎ ‎ Disamping itu isteri dapat melakukan pekerjaan rumah seperti menghias rumah dan sebagainya.
‎ ‎ Walaupun ianya nampak remeh, tetapi ianya amat bermanfaat untuk menjamin keharmonisan keluarga.
‎ ‎
‎ ‎ 3. Berhias untuk suami
‎ ‎ Menghias diri merupakan kegemaran wanita.
‎ ‎ Namun kadangkala wanita yang tidak faham akan kewajibannya,ia berhias diri ketika akan keluar rumah.
‎ ‎ Tetapi ketika di rumah ia dalam keadaan tidak bersih, kadangkala rambutnya pun tidak terurus.
‎ ‎ Padahal di dalam Islam menganjurkan supaya isteri berhias hanya untuk suami.
‎ ‎ Tujuan isteri berhias ketika di rumah ialah supaya suami terhibur.
‎ ‎ Jika suami pulang dari tempat kerja dalam keadaan letih dengan melihat isteri dalam keadaan berseri-seri serta pakaian yang bersih, maka ia menjadi penawar kepada suami.
‎ ‎ Sehingga keletihan dalam mencari rezeki tadi menjadi hilang, dan bertambahlah kasih sayangnya terhadap isteri.
‎ ‎ Sabda Rasulullah SAW:
‎ ‎ "Dari Jabir ra. Ia berkata: Kami pernah pergi bersama-sama Rasulullah di dalam satu peperangan. Ketika kami sampai ke Madinah, kami ingin masuk ke rumah masing-masing.
‎ ‎ Maka Rasulullah SAW pun bersabda: Bersabarlah, yaitu masuklah pada waktu malam yaitu selepas Isyak, supaya isteri dapat bersikat rambutnya yang kusut dan supaya ia dapat berhias karena telah lama telah ditinggalkan suaminya." (HR:Muttafaqun Alaihi)
‎ ‎
‎ ‎ Berhias bukan saja bagi menyambut kepulangan suami dari tempat kerja tetapi juga ketika suami ada di rumah.
‎ ‎ Wanita Islam hanya boleh berhias untuk dirinya sendiri dan untuk suaminya.
‎ ‎ Berhias mestilah dilakukan secara besederhana, karena tujuan berhias agar ia kelihatan bersih dan senang dilihat oleh suami.
‎ ‎
‎ ‎ 4. Melayani suami
‎ ‎ Hubungan seks merupakan penawar kebahagiaan rumah tangga.
‎ ‎ Ia dipandang sebagai punca keharmonisan rumah tangga.
‎ ‎ Oleh sebab itu isteri hendaklah memberikan layanan yang baik kepada suami dan tidak boleh menolak kemahuan suaminya .
‎ ‎ Seorang isteri akan dikutuk oleh malaikat apabila ia menolak kemahuan suaminya sehinggalah suaminya reda kepadanya.
‎ ‎ Mungkin dalam keadaan tertentu isteri boleh menolak kemahuan suaminya seperti dalam keadaan sakit, atau dalam keadaan yang dilarang oleh syara' untuk melakukan persetubuhan seperti dalam keadaan haid dan sebagainya.
‎ ‎
‎ ‎ 5. Berpakaian menurut ajaran Islam
‎ ‎ Isteri yang menutup auratnya merupakan isteri yang solehah, ramai wanita pada zaman sekarang ini yang berpakaian tetapi telanjang kerana ia menutup bahagian tertentu sahaja, kalau menutup semua pun tetapi bentuk badannya tetap nampak jelas.
‎ ‎ Allah SWT berfirman, artinya:
‎ ‎ "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah sebagai perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian daripada tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (Surah Al-A'raar:26)
‎ ‎
‎ ‎ Jilbab merupakan satu fesyen pakaian wanita Islam yang menutup tubuh atau sebahagian besar badan wanita di sebelah atas, kecuali muka dan tapak tangan.
‎ ‎ Jilbab tidak menampakkan tubuh badan.
‎ ‎ Allah memerintahkan supaya berpakaian demikian supaya dapat membedakan antara wanita beriman dan tidak beriman, ia juga supaya terhindar dari golongan munafik.
‎ ‎ Firman Allah yang bermaksud:
‎ ‎ "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri- isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan Jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka."Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Penganmpun lagi MahaPenyayang." (Surah Al-Ahzab:59)
‎ ‎
‎ ‎ 6. Memberi motivasi terhadap cita-cita suami
‎ ‎ Isteri yang solehah adalah isteri yang mahu menjadi teman berunding bagi suami dan menjadi sahabat dalam menyelesaikan berbagai masalah.
‎ ‎ Itulah hubungan suami isteri itu di artikan orang sebagai "teman hidup".
‎ ‎ Jika suami menghadapi masalah untuk mencapai cita-citanya dan cita-cita keluarga maka bermotivasilah kepadanya dan hiburkanlah hatinya.
‎ ‎ Isteri teladan disamping ia memberi dorongan dan bermotivasi kepada suami ia juga merupakan sumber ilham bagi suami.
‎ ‎ Ini membuatkan hati suami tenteram apabila bersama isteri dan segala masalah dihadapinya bersama-sama.
‎ ‎
‎ ‎ Di antara ciri-ciri isteri solehah yang lain ialah:
‎ ‎ Tidak mengkhianati dan berlaku curang terhadapnya ketika ketiadaan suami.
‎ ‎ Bersyukur di atas apa yang disediakan oleh suami.
‎ ‎ Senantiasa menghormati keluarga suami .
‎ ‎ Tidak keluar rumah kecuali dengan izin suami.
‎ ‎ Senantiasa menyerahkan diri kepadanya apabila ia memerlukannya.
‎ ‎ Memakai wangi-wangian di hadapan suami.
‎ ‎ Menjaga mulut dari pada bau-bauan yang tidak menyenangkan.
‎ ‎ Berdiam diri ketika suami sedang berkata-kata, baru berbicara setelah suami selesai berbicara.
‎ ‎ Berdiri tegak sebagai tanda hormat semasa ia datang dan pergi.
‎ ‎ Bersikap malu terhadap suami.
‎ ‎
‎ ‎ Semoga bermanfa'at insya Allah

=silaturrahmi=

Aska' Azkiah

Assalamu'alaikum wr.wb...

Diantara langkah setan adalah menggoda dn menjerumuskan manusia adlh dgn memutuskan tali hubungan antara sesama umat islam ironinya, banyak umat islam terperdaya, mengikuti langkah-langkah syetan itu, mereka menghindar dan tak menyapa saudaranya sesama muslim tampa sebab yg dibenarkan syariat. misalnya karena percekcokan masalah harta atau karena situasi buruk lainnya terkadang putusnya hubungan tersebut berlangsung hingga setahun bahkan ada yg bersumpah untuk tidak mengajak bicara slama_lamanya atau bernadzar untuk tidak menginjak rumahnya jk secara tak sengaja berpapasan dijalan ia segera membuang muka jk bertemu dimajelis ia hanya menyalami yg sebelum dan sesudahnya dan sengaja melewatinya inilah salah satu sebab kelemahan dalam masyarakat islam karena itu, hukum syariat dlm masalah tersebut sangat tegas dan ancaman pun sangat keras
Rasulullah Saw bersabda; "Tidak halal seorang muslim memutuskan hubungan dgn saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari dan meninggal maka ia masuk neraka (HR.Abu Daud)
"Barang siapa memutuskan hubungan saudaranya slama setahun maka ia seperti mengalirkan darahnya (membunuh) (HR.Bukhari)
Untuk membuktikan betapa buruknya memutuskan antara sesama muslim cukup dgn mengetahui bahwa Allah menolak memberikan ampunan kepada mereka.
Rasulullah Saw bersabda; smua amal manusia diperlihatkan (Kepada Allah) pada jum'at (setiap pekan) dua kali hari senin dan hari kamis maka setiap hamba yg beriman diampuni (dosanya) kecuali hamba yg diantara dirinya dgn saudaranya ada permusuhan. Difirmankan kepada malaikat "Tinggalkan atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini sehingga keduanya kembali berdamai (HR.Muslim)
jika salah seorang dari keduanya bertaubat kepada Allah, ia harus bersilaturrahim kepada kawannya dan memberinya salam. jika ia tlah melakukannya tetapi sang kawan menolak maka ia telah lepas dari tanggungan dosa, adapun kawannya yg menolak damai, maka dosa tetap ada padanya...

*suami soleh harta yg pling berharga buat istri*

~::*Suami Sholeh, Harta Yang paling Berharga Buat Istri*::~

Oleh Muslimah Sholehah

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥        
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
 
Buat seorang wanita, harta yang paling berharga didalam hidup ini adalah seorang suami yang sholeh. Kepadanyalah, seorang istri akan merasakan kebahagian didalam hidupnya dan diakhirat kelak, keberuntunganlah yang akan diterima seorang istri, jika dia mempercayakan hidupnya, memberikan segala cinta, perhatian, dan kasih sayangnya kepada suami yang sholeh. Karena didirinyalah, seorang istri akan mendapatkan apa yang didambanya: Ketenangan, keteduhan, kedamaian, perlindungan dan cinta serta sayang.
 
Suami yang sholeh adalah seorang yang bisa membahagiakan istri dan anaknya, serta keluarganya baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak. Seorang suami yang sholeh tidak akan memberi makan istri dan anak-anaknya kecuali dengan harta yang halal.
 
Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Dan istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya.
 
Suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu memperlakukan istri dan anaknya dengan sifat-sifat yang terpuji, seorang suami yang sholeh akan selalu memperlakukan istrinya dengan sabar, sabar dengan setiap kesalahan-kesalahan istrinya, dan memperlakukan istrinya dengan kelembuatan dan penuh maaf saat istri dipenuhi dengan emosi dan kemarahan.
 
Suami yang sholeh adalah suami yang mampu menjadi pemimpin didalam rumah tangganya. Seorang suami bagaikan pemerintah didalam rumah tangganya, seorang suami yang sholeh adalah yang mampu memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya didalam pemerintahan yang dipimpinnya, dalam hal ini adalah istrinya.
 
Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu bersikap bijaksana didalam tindakannya, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan istrinya, dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri, serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh alloh dan mejauhi segala yang dilarang oleh Alloh.
 
Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu menjadi teladan terpuji buat istri dan anak-anaknya. Mampu menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan mendidik diri, istri, dan anak-anaknya untuk menapaki jalan-jalan yang menuju keridloan Alloh.
 
Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat dirinya, istrinya dan anak-anaknya mencintai ilmu, menguasai ilmu dan mampu mengamalkannya, menjadikan ilmu yang diperolehnya itu bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agamanya.
 
Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat istrinya dan anak-anaknya tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa serta menapaki tangga-tangga sukses di dunia ini dan akhirat kelak.
 
Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang akan selalu menjaga istri dan anaknya dari api neraka

△☆ㄆㄉㄊㄎ☆▲